Sejarah Dunia 5 Fakta Jalur Sutra, Rute Perdagangan Populer

Sejarah Dunia 5 Fakta Jalur Sutra, Rute Perdagangan Populer

Jalur sutra atau silk road tercatat dalam sejarah dunia sebagai rute perdagangan kuno yang menghubungkan peradaban China dan Eropa. Jalur ini tidak hanya familiar untuk perdagangan, tetapi juga digunakan oleh pengelana, prajurit hingga kaum nomaden.

Rute perdagangan internasional kuno ini terhubung dengan jalur laut maupun darat. Simak fakta-fakta menarik salah satu jalur terpenting yang menjadi saksi dinamika budaya, sosial, politik dan ekonomi di bawah ini!

Simak Fakta Jalur Sutra yang Jadi Bagian dari Sejarah Dunia

Fakta sejarah dunia jalur sutra atau silk road yang menjadi saksi perkembangan perdagangan dunia dapat Anda simak di sini! Menarik untuk ditelusuri lebih dalam.

Istilah jalur sutra mengacu pada arti perdagangan sutra yang pada saat itu menjadi komoditas utama Tiongkok. Ternyata jalur sutra bukanlah nama jalan melainkan rute perdagangan yang panjang yaitu sepanjang 6.437 kilometer. Berikut ini fakta-faktanya:

  • Negara yang Terlibat

Nama jalur sutra pertama kali diperkenalkan oleh ahli geografi kebangsaan Jerman yaitu Ferdinand Richtofen. Bermula dari rute perdagangan sutra yang banyak digunakan oleh berbagai negara, jalur sutra telah menghubungkan perdagangan terluas antar negara.

Beberapa negara yang terlibat adalah Tiongkok, Eropa Timur, Persia (sekarang Iran) dan India. Jika tidak ada jalur sutra, perdagangan dan penyebaran budaya hingga ekonomi tidak akan terjadi hingga saat ini.

  • Jalur yang Membentang Panjang

Kurang lebih rute kompleks sepanjang 6.437 kilometer tercipta dari jalur sutra ini. Sepanjang rute tersebut terjadi transaksi jual-beli atau barter barang antar wilayah. Sutra bukan hanya komoditas utama yang diperjual belikan.

Ada komoditas rempah, parfum, permata, bulu, manik-manik kaca dan sebagainya. Transaksi perdagangan internasional yang tercatat dalam sejarah dunia ini menjadi cikal bakal perekonomian dunia terus berkembang hingga saat ini.

  • Rute Daratan dan Laut

Fakta menarik, banyak pedagang yang menggunakan unta yang terkadang diberi gerobak untuk membawa barang melewati jalur sutra rute daratan. Untuk rute lautan tentu penggunaan transportasi kapal laut lebih familiar.

Fakta sejarah dunia menyatakan rute jalur sutra tentu sering berubah-ubah karena faktor cuaca, bencana alam dan ancaman bandit/begal. Banyak pedagang yang tidak melewati seluruh rute perdagangan jalur sutra karena takut dibegal.

Mereka biasanya hanya pergi ke kota tertentu dan menjual barang dagangannya sepanjang jalan menuju kota tersebut lalu pulang. Tidak jarang banyak pedagang besar (kafilah) yang membawa orang tambahan untuk mengawal dirinya dari serangan bandit.

  • Keberadaan Kota Samarkand

Berkat transaksi perdagangan di jalur sutra ini, muncul kota terbesar yaitu Samarkand (terletak di wilayah Uzbekistan). Kota ini merupakan tempat berkumpulnya para pedangan China sebelum meneruskan rute perjalanan ke Eropa.

Kota Samarkand terkenal dalam sejarah dunia memiliki ahli astronomi, sastrawan hingga tukang kayu profesional. Bahkan adanya saluran air terbesar mampu menyuplai air untuk 200.000 lebih orang.

Keberadaan kota terbesar ini merupakan bukti pertumbuhan pesat transaksi perdagangan yang di dalamnya terdapat pertukaran budaya, agama dan sosial yang masif. Semua tak akan terjadi jika tidak ada jalur sutra.

  • Penyebab Penyebaran Black Plague

Beberapa sejarawan memercayai bahwa Wabah Hitam (The Black Plague/Death) yang terjadi di Eropa pada tahun 1346 hingga 1353 merupakan dampak dari perdagangan di jalur sutra. Wabah ini merenggut hampir seluruh populasi di Eropa (25 juta orang meninggal).

Tercatat wabah ini pertama kali muncul di China dan tersebar hingga seluruh Asia dan sampai ke wilayah Mediterania. Pada tahun 1347, wabah masuk ke Italia dan akhirnya menyebar ke seluruh bagian Eropa.

Jalur sutra menjadi bukti nyata bahwa penyebaran agama, sosial dan ekonomi dunia tidak akan terjadi jika tidak ada transaksi perdagangan. Indonesia juga merasakan transaksi perdagangan internasional dari jalur sutra dengan kehadiran para pedagang dan misionaris ke sini.

Sebagai dinamika peristiwa penting yang tercatat oleh sejarah dunia, jalur sutra terus berkembang hingga saat ini. Tentu ditambah akomodasi transportasi dan cara berdagang yang berbeda daripada sebelumnya.