Fakta Mengejutkan Tentang Gajah Mada dalam Sejarah Nusantara

Fakta Mengejutkan Tentang Gajah Mada dalam Sejarah Nusantara

Gajah Mada, seorang mahapatih pendamping Raja Hayam Wuruk memiliki kisahnya sendiri yang patut untuk dipelajari sebagai bagian dari sejarah nusantara.

Salah satu yang menjadi banyak perhatian adalah Sumpah Palapa. Sumpah tersebut tak terpisahkan dari fakta sejarah nusantara.

Untuk memahami sejarah nusantara lebih lanjut, berikut adalah beberapa fakta mengenai Gajah Mada.

Gajah Mada masih menyimpan banyak misteri. Hingga saat ini para sejarawan masih terus menggali salah satu fakta sejarah nusantara tersebut.

1. Sumpah Palapa dari Gajah Mada

Fakta pertama adalah Sumpah Palapa yang juga memiliki kisahnya sendiri dalam sejarah nusantara.  Sumpah Palapa Gajah Mada tercatat dalam suatu kitab bernama Pararaton.

Ikrar sumpah tersebut dilakukan Gajah Mada pada momen pelantikannya sebagai Patih untuk Kerajaan Majapahit. Tepatnya tahun 1331 Masehi.

Isi dari Sumpah Palapa tersebut adalah sumpah Gajah Mada yang menyatakan bahwa ia tidak akan memakan palapa, tidak bersenang-senang, tidak beristirahat sebelum ia berhasil membuat Nusantara bersatu dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Gajah Mada didukung oleh tokoh-tokoh, sebut saja Laksamana Nala dan Adityawarman dalam pelaksanaan sumpah tersebut.

2. Gajah Mada Sebagai Pengawal Kerajaan

Gajah Mada yang memiliki ilmu kewiraan kemudian diberi tugas untuk bergabung ke satuan khusus pengawal raja yang disebut Bhayangkara. Artinya hebat dan juga menakutkan.

Melalui pasukan Bhayangkara Gajah Mada membangun prestasi dan pengabdian untuk menjaga kerajaan.

Dalam kitab Pararaton disebutkan bahwa Gajah Mada menjadi pengiring Raja Jayanegara ketika Raja tersebut melakukan pengungsian ke Desa Badander.

Pengungsian dilakukan karena saat itu terjadi peristiwa pemberontakan yang dilakukan kuti.

Disebutkan juga bahwa Gajah Mada mampu menyelesaikan pemberontakan yang dilakukan Ra Kuti. Untuk membalas jasa tersebut, Jayanegara kemudian mengangkat Gajah Mada menjadi seorang patih di Kahuripan sebagai pendamping Tribhuwana Tunggadewi.

3. Siapa Orang Tua Gajah Mada?

Orang tua dari Gajah Mada bernama Curadharmawyasa dan Nariratih. Orang tuanya merupakan seorang Brahmana yakni Brahmana Curadharmayogi dan juga Brahmani Patni Nariratih.

Namun, dalam sumber lain disebutkan bahwa Gajah Mada tidak memiliki orang tua. Gajah Mada diisukan sebagai jelmaan dari Sang Hyang Narayana. Ia katanya lahir dari buah kelapa.

4. Butuh Waktu 21 Tahun untuk Menyatukan Nusantara

Penyatuan nusantara yang dilakukan oleh Gajah Mada dimulai pada 1336 Masehi hingga 1357 masehi.

Dalam kurun waktu 21 tahun, Gajah Mada menundukkan banyak kerajaan yang masih di luar kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Wilayah tersebut Tanjung Pura, Gurun, Haru, Pahang, Sunda, Palembang, Bali, Dompo, dan Tumasik atau Singapura. Penaklukan tersebut terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

5. Gajah Mada dan Kisah Cintanya

Diperkirakan ada tiga perempuan yang berkaitan dengan Gajah Mada. Mereka adalah putri Demang Suryanata yang bernama Puranti. Ia  berasal dari Kerajaan Kahuripan.

Perempuan kedua ada Dyah Pitaloka Citraresmi yang merupakan putri Kerajaan Sunda.  Terakhir, ada Ni Luh Ayu Sekarini, putri dari bangsawan Bali.

Kisah cintanya memang tidak banyak diketahui. Namun perempuan-perempuan tersebut dipercaya berperan penting dalam kehidupan Gajah Mada.

6. Apa Arti Nama Gajah Mada?

Berdasarkan mitologi Hindu, “gajah” dipercayai sebagai hewan tunggangan Dewa Indra. Sementara itu kata “mada” berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya mabuk.

Dari situ namanya ditafsirkan sebagai pelaksana perintah raja dan sebagai orang yang seperti mabuk ketika harus berhadapan dengan rintangan.

Selain itu, Gajah Mada disebutkan juga memiliki julukan Rakryan Mapatih Jirnnodhara.

Itulah beberapa fakta Gajah Mada dalam sejarah nusantara. Hingga saat ini masih banyak misteri yang menyelimuti Gajah Mada. Baik itu terkait kelahirannya hingga kematiannya..

Para ahli sejarah masih terus melakukan penelitian untuk menemukan berbagai fakta sejarah nusantara lainnya.